| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Iklim Ideal | Curah hujan 1.500–2.500 mm/tahun, suhu 24–30°C |
| Jenis Tanah | Latosol, podsolik merah kuning (PMK) — umum di Kalbar |
| pH Tanah Ideal | 5.5 – 7.0 |
| Kebutuhan Benih | 15–20 kg/ha (jagung hibrida) |
| Umur Panen | 90–110 hari setelah tanam (HST) |
| Potensi Hasil | 5–8 ton jagung pipil kering/ha |
| Musim Tanam | 2–3 kali/tahun (curah hujan merata) |
Bajak atau cangkul tanah sedalam 20–30 cm untuk menggemburkan struktur tanah. Bersihkan gulma dan sisa tanaman sebelumnya. Untuk lahan dengan pH <5.5 (asam), taburkan kapur pertanian (dolomit) 1–2 ton/ha, diamkan 2 minggu sebelum tanam. Buat bedengan atau saluran drainase jika lahan rawan genangan.
Gunakan benih jagung hibrida bersertifikat. Varietas populer di Kalimantan Barat: NK 212, BISI 18, Pioneer P27. Ciri benih bagus: kemasan tersegel, tanggal kadaluarsa valid, daya kecambah >90%. Kebutuhan: 15–20 kg/ha. Rendam benih dalam air hangat 4–6 jam sebelum tanam untuk meningkatkan perkecambahan.
Jarak tanam ideal: 75 × 25 cm atau 70 × 20 cm (populasi ±53.000–71.000 tanaman/ha). Buat lubang tanam sedalam 3–5 cm. Tanam 1–2 benih per lubang, tutup dengan tanah tipis. Waktu terbaik: awal musim hujan (Oktober–November) atau pertengahan tahun (April–Mei).
Pupuk dasar (saat tanam): Urea 100 kg/ha + SP-36 100 kg/ha + KCl 75 kg/ha.
Pupuk susulan I (21 HST): Urea 100 kg/ha.
Pupuk susulan II (45 HST): Urea 100 kg/ha + KCl 50 kg/ha.
Sesuaikan dosis dengan hasil analisis tanah. Penggunaan pupuk organik 2–3 ton/ha meningkatkan efisiensi pupuk kimia.
Hama utama: ulat grayak (Spodoptera), penggerek batang, lalat bibit. Penyakit: bulai (Peronosclerospora), hawar daun. Monitor kondisi tanaman rutin setiap 1–2 minggu. Gunakan pestisida sesuai ambang ekonomi, utamakan pengendalian hayati.
Panen saat biji sudah keras (KA ±30–35%), daun dan kelobot mulai mengering 75%, terbentuk lapisan hitam (black layer) di pangkal biji. Umur panen: 90–110 HST tergantung varietas. Panen terlambat meningkatkan risiko aflatoksin, panen terlalu awal mengurangi bobot biji.
Segera keringkan jagung setelah panen. Jagung dengan KA >14% tidak tahan lama disimpan. Pilihan pengeringan: (1) Jemur di bawah sinar matahari 3–5 hari, (2) Antar ke PT PMP Bengkayang — dryer 300 ton/hari siap mengeringkan jagung Anda dalam hitungan jam. Jagung kering KA 14% mendapat harga terbaik.
Benih hibrida unggul bersertifikat bisa meningkatkan hasil 30–50% dibanding benih lokal atau hasil simpan sendiri.
Tanam di awal musim hujan agar kebutuhan air tercukupi fase kritis (berbunga & pengisian biji) tanpa ketergantungan irigasi.
Kekurangan nitrogen fase vegetatif = tongkol kecil. Kekurangan kalium fase generatif = biji tidak penuh. Tepat dosis, tepat waktu.
Populasi terlalu rapat = persaingan cahaya & nutrisi. Terlalu jarang = potensi produksi tidak optimal. Ikuti anjuran jarak tanam.
Jagung basah yang dibiarkan >2 hari di KA tinggi berisiko jamur aflatoksin yang menurunkan mutu dan nilai jual drastis.
Petani mitra PT PMP mendapat pendampingan teknis, akses pasar pasti, dan jaminan harga fair langsung dari pembeli.
Dapatkan pendampingan teknis budidaya jagung dan jaminan pembelian hasil panen dengan harga fair. Sudah bergabung 500+ petani di Kalimantan Barat.
082127228722 — Hubungi Sekarang