Kebutuhan jagung nasional Indonesia sangat besar dan terus berkembang. Pada tahun 2023, kebutuhan jagung nasional diperkirakan mencapai 16,98 juta ton, yang didominasi untuk pakan ternak.
Angka ini mencakup kebutuhan industri pakan (sekitar 15 juta ton), industri non-pakan, serta pangan, dengan proyeksi ketersediaan total sekitar 17,3 juta ton pada tahun 2024.
💡 PT PMP menangkap peluang sebagai solusi rantai pasok antara hulu (petani) dan hilir (produsen pasar), sekaligus turut serta membantu program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo Subianto.
Produksi jagung lokal sering memiliki kadar air tinggi (20–35%), tidak sesuai standar industri yang membutuhkan kadar air 14%.
Industri pakan kesulitan mendapat jagung kering yang stabil dalam jumlah besar dan kontinyu.
Petani menderita kerugian akibat jagung tidak laku atau dijual murah karena kadar air tinggi.
PT PMP turut serta membantu program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo Subianto dengan memasok Cadangan Jagung Pemerintah melalui Bulog.
Jagung yang kami hasilkan memenuhi standar nasional: kadar air 14%, bersih, bebas jamur, dan aflatoksin <50ppb.
Skema kemitraan yang memberikan harga fair kepada petani dan membantu mengurangi kerugian pasca panen.
Penggunaan vertical dryer modern yang lebih efisien secara energi dibanding metode pengeringan tradisional.
Panen jagung basah, jual ke PT PMP atau pengepul
Pengeringan, penyimpanan, distribusi
Bulog, Feedmill Swasta, Pasar Ekspor